Tentang Petualangan Panji

Pernah melihat Petualangan Panji di Global TV?

Program itu dibawa oleh remaja yang bernama Muhamad Panji. Program yang mirip dengan national geographic ini memang punya kelebihan tersendiri dibanding acara-acara lain. Tak heran, program ini sudah ada fansite-nya.

Satu kelebihan yang aku pikir cukup menonjol *elus-elus dagu belagak kritikus kondang* adalah pembawa acaranya (Of Course!). Tentu aja! Untuk membawakan acara ‘berbahaya’ seperti ini harus memiliki presenter yang oke punya. Nah, Panji Si Penakluk ini bisa dibilang memenuhi kriteria itu. Atau mungkin bisa dibilang, program ini malah menjadi lebih ketika sosok Panji yang membawakannya.

Dia berumur 18 tahun. Dengan kulit hitam khas petualangnya, dia begitu apik berbicara dengan kamera. Aku melihat bahwa dia memang punya punya bakat alami untuk menjadi entertainer. See? Siapa sih yang masih ‘riang’ berbicara kepada pemirsa di rumah ketika bisa ular sudah mengalir di pembuluh darah di lengannya. Kalimat-kalimat yang diucapkan Panji aku kira sangat ringan dan komunikatif, membuat penonton tidak seperti disodorkan kamus tebal membosankan. Pelajaran Biologi, specially Vertebrata bakal seru kalau diajarin sama dia.

Selain itu, ke-entertainer-an didukung dengan wajahnya yang lumayan (Lumayan? I don`t think so. It`s more!). Lihat wajahnya!

Sejak mengenal dia *halah, nostalgia amat kalimatnya!*, aku turut mengenalkan dia dan programnya ke teman-teman. Lumayan, banyak kesan-kesan mereka yang patut aku publish di sini. Misalnya:

Aaargghhhh… Stres aku ngeliat Panji hampir diterkam ular segede pohon kelapa!

Oh, si Panji itu kelahiran `91. Pantas belum bisa ngomong.” (mengacu kepada kecadelan Panji. Agak nggak bisa ngomong “s”. Bukan Ira, Ji! Ini omongan teman Ira, Suer!)

Ngomong aja belum jelas udah belagak megang-megang ular!

Kasian amat yang jadi ceweknya. Panji lebih sering nyium ular ketimbang ceweknya!

Alhamdulilah.” (nah, kalo ini bener-bener punya arti tersurat dan tersirat. Tanya dia aja apa maksudnya).

KOMENTAR DI LUAR TANGGUNG JAWAB SAYA SEBAGAI PENULIS BLOG INI, HWE HE HE *devil smile*

Pembahasan selanjutnya.

Aku pribadi sangat kagum akan pengetahuannya tentang hewan-hewan liar. Dia bisa menyebutkan berbagai macam spesies, ciri, dan beberapa info lain tentang  hewan yang ditemuinya. Itu hebat lho. Apalagi mengingat umurnya yang tergolong sangat muda. Misalnya ketika dia menemukan seekor ular (well, ular hewan favoritnya), dia bisa memberitahu jenis ular, ciri-ciri anatomi si ular, berbisa atau tidak, dan keadaan ular itu secara spontan. Permisalan yang lain, dia bisa tahu selama apa dia bisa bertahan (baca: tetap hidup) jika sudah digigit seekor ular berbisa. (Sumpah, aku nulisnya tanpa rasa humor sedikitpun. Aku sangat syok setiap dia digigit ular ;_; hu hu hu).

Nah, kelebihan yang lain yang terlihat di mata aku adalah kespontanan dia berjalan menghadapi bahaya. Ya ampooon… tu anak kayak nggak pernah kenal yang namanya rasa takut. Ada buaya, bukannya kaget—mundur satu atau dua langkah, netapin hati, baru maju—eh, didatangi aja. Ada ular? Lebih-lebih, dia cium malah. Panji ini punya kecenderungan mengambil resiko. Dan lebih parah (atau malah lebih seksi ya? *ngedip-ngedip centil*) dia mengambil resiko itu tanpa sadar. Semacam naluri (halah, naluri!). Buaya dibuat jengkel, ular dibuat ngamuk, biawak memang dibikin lebih milih bunuh diri aja ketimbang ketemu dia. Yakin banget deh, papanya geleng-geleng kepala asal ngeliat aksinya di layar kaca. Ibunya? Mungkin udah tobat nonton programnya.

Aku memang sempat searching-searching profil dia. Kabarnya Panji sudah ‘bersahabat’ dengan ular sejak berumur 2 tahun (kebayang nggak, gimana kalau adek kita yang masih berumur 2 tahun megang ular?). dia juga beberapa kali kegigit ular berbisa, bahkan pernah sampai parah. Tapi ya, apa mau dikata. Tuhan memang nggak ijinin dia ninggalin dunia ini. Sampai sekarang dia survive dengan pertahanan tubuh yang ‘agak’ lain. Digigit ular berbisa cuma membuatnya pusing atau mual. Trus, virus-virus pada ular yang sudah diciuminya harusnya berbahaya bagi dia, tapi nyatanya nggak. Mungkin virus-virus itu keluar melalui keringatnya yang memang berbau khas (tengkyu buat blog-nya pak admin atas informasi ini ^_^).

Namun, lebih daripada itu, program seperti ini memang membawa angin segar kepada masyarakat Indonesia. Ketika channel-channel lain asyik memperlihatkan reality show drama-drama keluarga, pertikaian yang pacaran (yang pacaran aja yang bertikai. Yang jomblo mah, merdeka!), dan lain-lain, program ini punya tempat tersendiri di hati penonton. Akhir pekan disuguhkan petualangan Si Panji? Why not?

Tertanda, penulis yang ingin jadi penulis sebenarnya,

HUMAIRA ANWAR CALON PENULIS.

About these ads

Tags: ,

2 Responses to “Tentang Petualangan Panji”

  1. Ana Mifta Restinawati Says:

    Ana jg ng’fans bgt sm Muhammad panji..
    Ira punya Info ga buat Ana gmna cara’y spya bs ketemu lgs sm Panji..
    hehe
    Soal’y pngen bgt nich ketemu..
    O’ya.. Wuach.. kaya’y Ira calon penulis profesional nich..
    Tulisan’y bagus bgt.. :)

  2. Ana Mifta Restinawati Says:

    Tulisan Ira bagus bgt..
    Sukses sllu y buat Ira…
    Amien

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: