Contoh Abstrak

ABSTRAK

 

Penelitian ini berjudul “Unsur Intrinsik Novel Dia, Tanpa Aku Karya Esti Kinasih”. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan tema, amanat, alur, latar, sudut pandang, tokoh, dan penggambarannya pada novel Dia, Tanpa Aku. Sumber data penelitian ini adalah novel Dia, Tanpa Aku karya Esti Kinasih yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama pada tahun 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumenter. Metode dokumenter adalah metode yang menganalisis karya-karya yang berbentuk dokumen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik dokumenter dengan dokumen yang berupa karya sastra novel Dia, Tanpa Aku karya Esti Kinasih. Analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan data dan menyesuaikannya dengan teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema novel ini adalah ketulusan dalam cinta. Amanat  novel ini adalah tidak pantas menyalahkan orang lain terhadap kesalahan yang tidak diperbuat. Tokoh-tokoh dalam novel ini: Ronald (utama) dengan watak sayang kepada saudara, gigih, romantis dan setia, tidak takut pada siapa pun jika merasa benar, humoris dan sedikit jahil; Reinald yang memiliki watak sayang kepada saudara, tidak konsisten, pelindung, protektif, keras kepala, dan tabah; Citra yang memiliki watak usil, polos, dan menyukai keisengan; dan Andika yang berwatak dewasa, setia kawan, dan realistis. Semua tokoh dilukis dengan teknik dramatik, kecuali Reinald yang juga dilukiskan dengan teknik ekspositori. Berdasarkan kriteria urutan waktu, novel Dia, Tanpa Aku memiliki plot lurus (progresif/maju), berdasarkan kriteria urutan jumlah, novel Dia, Tanpa Aku memiliki plot tunggal, dan berdasarkan kriteria urutan kepadatan, novel Dia, Tanpa Aku memiliki plot longgar. Latar tempat dalam novel Dia, Tanpa Aku adalah di depan sekolah, di sekolah, di rumah, toko baju, di jalan perumahan, dan di perkuburan; latar waktu adalah pada siang hari, pagi hari, pada masa orientasi sekolah, malam hari, sore hari, subuh hari, dan pada dini hari; latar sosial terjadi pada di lingkungan pelajar di Jakarta, di lingkungan keluarga menengah ke bawah, dan di lingkungan keyakinan masyarakat Indonesia yang masih percaya pada tanda-tanda orang akan meninggal dunia. Novel Dia, Tanpa Aku menggunakan sudut pandang orang ketiga (dia) mahatahu. Sudut pandang ini digunakan dari awal hingga akhir cerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: